Sabtu, 25 April 2020

Suasana Romantis, Sunset di Pantai Rap-Rap

Menikmati kindahan panorama sunset bersama keluarga atau orang yang kita sayangi memang sangat menyenangkan, karena itu akan menjadi sebuah kenangan indah yang takkan terlupakan.

          (Gambar :Sunset di pantai rap-rap)

Suasana sunset memang sangat indah memanjakan mata, dan menenangkan suasana hati dan pikiran. Takkala mata kita di manjakan dengan warna warni keindahan langit di kala matahari akan tenggelam. Suasana ini, anda bisa temukan di pantai raprap, dengan pemandangan laut yang indah, di tambah rentetan perahu nelayan yang sementara berlabu.

(Gambar : sunset pantai raprap)

Suasana ini bisa anda nikmati sekitar pkl.17.00 - 18.30. Apabila suasana sunset sudah berakhir, anda bisa melanjutkan dengan bakar ikan bersama, maka siapkan uang secukupnya, untuk membeli ikan segar yang di tangkap nelayan raprap yang baru tiba dari laut.

(Gambar : sedang menikmati keindahan sunset pantai raprap)

Makan ikan bakar, sambil main gitar bersama teman-teman atau keluarga di pantai raprap, akan menambah momen indah kita. Makannya jangan lupa berkunjung di pantai raprap, sementara masih gratis coy... tapi untuk saat ini, dirumah aja dulu, kase lewat dulu ni virus corona, baru torang pasiar ka pantai raprap
                     
      


           (Gambar : sunset pantai raprap)

Demikian ulusan singkat tentang sunset di pantai raprap, semoga postingan ini bermanfaat. Apabila ada kritik dan saran silakan isi di kolom konentar. Trimakasih.

Jumat, 24 April 2020

Cerita Lucu Saat Menjaga Pos Covid19 Di Perbatasan RapRap-Pinasungkulan

Rap-Rap Minsel.
Hai sobat,  kali ini saya akan membagikan beberapa cerita lucu yang terjadi saat saya(admin) melakukan tugas menjaga perbatasan Minsel, tepatnya di perbatasan desa raprap- pinasungkulan. Okey langsung saja pada cerita pertama.




1. Pembohong terciduk
Kejadian ini berawal saat ada mobil pick up yang berasal dari desa wawontulap yang hendak mengangkut batok kelapa atau tampurung di desa kumu. Dan di mobil itu terdapat beberapa orang ibu-ibu dan beberapa orang pria, kami pun menanyakan tentang surat notifikasi perjlanan yang ternyata belum ada di tangan mereka dengan alasan mereka belum tau kalau ada surat seperti itu. Dan pada akhirnya karena surat itu baru di berlakukan maka mereka di izinkan lewat dengan catatan hanya mengangkat tampurung langsung balik dan tidak kemana-mana lagi. Mereka pun mengiyakan... waktu pun berlalu, saat mereka kembali, dan melewati pos penjagaan tanpa di hentikan karena memang mereka sedang mengangkut tampurung, namun setelah di perhatikan ternyata yang ada di mobil hanya pria saja, kemana yang ibu-ibu..? Apa mereka tidak ikut..? Ketika malam tiba, munculah angkot dari Malalayang hendak mengantar ibu-ibu ke desa Arakan, saat di periksa, petugas kesehatan mengenali ibu-ibu tersebut ternyata yang ada di mobil pengangkut tampurung tadi siang. "Haaaa ibu tadi kank tu di oto tampurung..? Kata petugas kesehatan, Ibu² itu pun terdiam, dan hanya bisa bilang minta maaf karena telah berdusta "qt kw mmg ada angka tampurung, mar da terus ka manado" kata ibu itu. Sangking malunya tu ibu, beking sayang kasiang da lia, di izinkan lewat namun di berikan peringatan dan catatan ke hukum tua desa Arakan.

2. Pengantar Helobrik
Saat truk hendak melewati pos penjagaan, dengan bangga dan penuh senyuman pak sopir yang kemungkinan adalah bos datang menunjukan surat Keterangan Kesehatan, tapi yang jadi masalah hanya sopir atau bos yang ada surat keterangan kesehatan sementara yang 3 orang keneknya tidaka punya, sehingga petugas hanya mengizinkan pak sopir saja yang boleh lewat sementara keneknya harus tinggal.
Mendengar hal itu pak sopir langsung kaget dan berubah ekspresinya " astaga konk cuma kita sandiri mo se turung helobrik 500 biji ini dank..? Tolong kwa ech, hukum tua pa torang bilang satu jo tu surat so boleh, nintau katu musti samua. Melihat hal itu, kami mengizikan dengan beberapa catatan.

3. Bapak laki-laki atau perempuan..?
Kejadiannya saat seorang bapak yang akan memeriksa kesehatan di pos penjagaan, tim medis yang sementara bertugas mulai mendata diri bapak tersebut dengan menanyakan nama, alamat, dan secara santai petugas itu berkata.. bapak....!! Bapak laki-laki atau perempuan..?? Spontan saja tim medis yang bertugas saat itu dua orang langsung saling bertatap muka dan tertawa sambil meminta maaf kepada bapak. Tapi bapak ini hanya terdiam, dan berkata "nda apa-apa, biasa itu khilaf, hehehe"

4. Seperti Pejabat
Seorang bapak asal desa raprap, yang rumahnya tepat berada di perbatsan samping pos penjagaan covid19 Raprap-pinasungkulan, yang sering di sapa "ara sem" berkata kepada kami petugas..
Ara sem : " kita ini so sama pejabat kusus, kalu kita mo tidor, so ada tentara, ada polisi, ada tim medis, ada bpd, ada perangkat desa, ada karang taruna, so lengkap memang spa ley mo ganggu pa kita ini." Tapi kalau di pikir² benar juga yaa, karena yang bertugas saat itu harus standby selama 1×24 jam. Aman berarti Araaa... hehehe


Okey itu saja cerita lucu yang saya dapatkan saat bertugas di pos penjagaan, kalau menurut admin sih lucu, gak tau buat kalian lucu atau tidak. Dan mari kita lawan covid19 Tetap jaga jarak, patuhi himbauan pemerintah, di rumah aja dan apabila ada kritik dan saran silakan isi di kolm komentar.

Air Terjun, Salah Satu Objek Wisata Terbaik di Desa Rap-Rap

Rap-Rap, Minsel.
Air terjun, merupakan salah satu objek wisata di Desa Rap-Rap yang sangat di minati oleh benyak orang terutama para Anak muda, baik mereka yang datang dari luar maupun dari dalam desa Rap-Rap.

           (Gambar : air terjun raprap, saat musim hujan)

Jarak yang harus di tempuh untuk menuju lokasi air terjun ini, sekitar 3km dari desa rap-rap dengan berjalan kaki. Meski demikian kita tidak akan merasa lokasinya jauh atau lelah saat kita berjalan kok, asal kita berjalan bersama-sama. Betul gak.. hehehe..

(Gambar : air terjun raprap saat ini)

Meski sampai saat ini belum ada yang mengelola objek wisata ini, namun menurut info sekarang objek wisata air terjun ini sudah termasuk dalam peraturan desa tentang pengembangan objek wisata. Jadi besar kemungkinan kalau sudah ada pengelola pasti akan ada tarif atau distribusi untuk pengelola demi kenyamanan pengunjung dan pengelolaan air terjun ini. Tapi untuk saat ini masih gratis kok.. tapi jangan sekarang kalau pengen berkunjung, Virus corona coy lagi mengancam, jadi mari kita berdoa bersama, patuhi himbauan pemerintah supaya virus ini cepat berlalu.

Berikut beberapa gambar orang raprap yang lagi menikmati kesejukan air terjun rap-rap...








Semoga postingan ini bermanfaat, kalau ada kritik dan saran silakan isi di kolom komentar.


Legenda Duyung Rap-Rap/Arakan

Kali ini admin mau membagi kisah tentang legenda atau cerita rakyat yang pernah admin baca dan juga dengar dari oma opa di rap-rap. Sebelumnya admin mau jelaskan kalau dulunya oranga lebih kenal desa Arakan di banding dengan desa Raprap karena Meski desa RapRap sudah ada sejak dulu namun karena RapRap dan Arakan masi satu kampung atau satu desa maka penulisan atau namanya yaitu Rap-Rap(Arakan), sehingga setiap orang yang keluar dari kampung pasti akan menyebut asalnya dari Arakan atau saya dari Arakan, jadi raprap itu jarang sekali di sebutkan. Tapi setelah terpisah menjadi dua desa, maka Rap-Rap dan Arakan pun menjadi terpisah atau menjadi desa Rap-Rap dan desa Arakan. Intinya dulu RapRap dan Arakan itu Satu desa.

Nah, cerita tentang legenda duyung arakan seperti ini.


(Contoh : Duyung arakan/raprap)

Di sebuah desa yang bernama desa Arakan, ada satu keluarga nelayan yang hidup bahagia. Keluarga ini mempunyai dua orang anak, laki² dan perempuan. Mereka hidup dengan penuh kedamaian dan beraktivitas seperti biasanya. Setiap hari Bpk pergi ke laut mencari ikan, Ibu sperti biasa memasak dan menyiapkan kebutuhan keluarga lainnya dan kedua anak mereka pergi ke sekolah.

Suatu hari setelah pulang sekolah Ani, anak termuda dari keluarga nelayan itu berkata kpd ibunya "ma, kita belum bayar yuran skola, klu kita nda bayar kita nda mo dapa iko ulangan sekolah, nda mo nae kelas kita ma" ibunya menjawab " tenang jo beso pasti ma² bayar, tunggu pa pa² pulang dari lao nanti ma² mo bilang" "iyo dank ma" balas ani.

Tapi apa yang terjadi, setelah papanya ani pulang dari melaut, dia tidak mendapat apa-apa karena pada waktu itu cuaca buruk. Melihat itu ibu Nona mamanya ani tidak menerima, ia marah sama bapaknya ani dan berkata-kata kasar karena tidak mendapatkan ikan. Mereka bertengkar karena pada hari itu juga, ibu nona harus membayar hutang di warung. Mereka bertengkar hebat sampai ani merasa sedih dan merasah bersalah, ia berfikir bahwa mungkin karena dia, ibu bapaknya bertengkar.

Dengan rasa bersalah yang ada, ani pun pergi ke tepi pantai arakan dan duduk disana. Sembari ia duduk di sebuah akar pohon sementara kakinya berada di air laut, ia menatap ikan² kecil yg sementara bermain-main di dekatnya. Dia pun berpikir "coba kalu aku jadi ikan, mungkin aku akan bahagia, bisa berenang kesana kemari tanpa memikirkan ada masalah atau ada yang melarang, terutama tak melihat orang tuaku bertengkar"

Tapi apa yang terjadi, sementara dia membayangkan ingin menjadi ikan, tiba-tiba dia berjalan menuju air laut. Dia terus berjalan sampai air lautnya kini sudah mencapai dadanya. Sementara ia terus berjalan ke lau, Andi kakaknya datang ke pantai untuk mencari ani, namun ketika ia melihat ani yang akan tenggelam ia segera berlari mengejar ani dan memeluknya.

Namun keajaiban terjadi, ketika andi memeluk ani, tiba-tiba kaki mereka berdua berubah menjadi ekor ikan, di lanjutkan dengan tubuh mereka tumbuh seperti sisik dan sirip ikan dan kemudian menjadi ikan duyung. Mereka pun kaget dan tak tau harus berbuat apa, mereka hanya bisa menangis dan berenang di seputaran pantai Arakan untuk meminta pertolongan.

Hari pun telah beranjak malam, andi dan ani pun tak kunjung pulang ke rumah. Menyadari bahwa kakak beradik ini tak lagi pulang ke rumah, orang tua mereka pun berusaha mencari sampai mereka tiba di pantai arakan. Sementara brkeliling di tepi pantai, terdengarlah suara seperti orang yang sedang menangis. Mendengar hal itu mereka pun berusaha mencari dari mana sumber suara orang menangis itu.

Setelah beberapa waktu mereka mencari sumber suara orang menangis itu, mereka terkejut karena sumber suara itu berasal dari laut. Mereka mendekati sumber suara itu dengan rasa penasaran dan akhirnya mereka menemukan dua kakak beradik yang sementara menangis, dan lebih terkejutnya lagi ternyata yang menangis itu adalah Andi dan Ani

Orang tua mereka kaget dan bingung, kenapa mereka bedua berada di air lau selama ini, orang tua mereka memanggil mereka untuk pulang, tapi ani berkata : maaf, kita so nda mo dapa pulang ka rumah  kita denk kaka so jadi ikang ma, makanya torang dua nda mo dapa pulang, tapi ma biar torang so jadi ikang duyung, jangan lupa nech pa torang dua, denk maaf klu slama ini torang dua banyak bking salah torang dua sayang skali pa mama denk papa. Kalu mama denk papa kangen atau rindu pa torang dua kaka, datang jo ka pante torang dua kaka tetap setia mo tunggu pa mama denk papa di sini.

Mendengar hal itu, orang tua mereka menangis dengan tersedu-sedu seakan tak bisa menerima kenyataan yang ada. Tapi dengan brjlannya waktu, orang tua ani dan andi bisa menerima semuanya. Setiap haripun mereka harus ke pantai arakan sembari melepas rindu bersama anak anak mereka.

Dan samapai saat ini, apabila ada dua ekor duyung yang mendekati pantai arakan atau bermain-main di seputaran pantai arakan/raprap mereka di percaya adalah dua orang kakak beradik yang telah berubah menjadi duyung.


Sekian cerita ini, semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan kita tentang desa yang dulunya RapRap Arakan namun sekarang sudah menjadi desa RapRap dan desa Arakan. Jika ada kritik dan saran silakan isi di kolom komentar.


Kamis, 23 April 2020

Lawan Covid19, Penjagaan Perbatasan MINSEL di Perketat.

Rap-Rap, Minsel.
Dalam rangka penanggulangan penyebaran virus covid19 di Kabupaten Minahasa Selatan, dan lewat surat edaran dari Bupati Minahasa Selatan maka, Penjagaan di setiap perbatasan Minahasa Selatan di perketat. Selain di jaga selama 1x24 jam, para satgas yang terdiri dari Personil TNI, POLRI, Dinas Perhubungan, Tim Medis, dan Aparat Desa masing² 2 orang pun di lengkapi dengan APD yang sudah di siapkan. Demikian halnya di Desa Rap-Rap, Kec Tatapaan yang merupakan perbatasan Minsel dan Minahasa di jaga dengan cukup ketat.
(Gambar : Baliho satgas covid19 di perbatasan RapRap-Pinasungkulan)

Tapi ada yang berbeda pada hari senin, tepatnya tanggal 20 April 2020 lewat surat ederan yang di keluarkan oleh pemerintah Provinsi Sulawesi Utara sejak tanggal 15 April 2020, di mana setiap warga yang melakukan perjalanan harus memiliki surat Notifikasi Perjalanan yang nantinya di ambil di desa masing-masing.

             
          ( Gambar : Contoh surat notifikasi perjalanan)

Namun pada kenyataannya pada saat itu banyak warga yang tidak mengetahui tentang surat Notifikasi tersebut, sementara surat notifikasi yang di sediakan di pos penjagaan hanya untuk masyarakat desa rap-rap. Meski suasana sempat memanas, namun semua bisa terselesaikan dengan aman dan damai.
                         
( Gambar : Sempat mendapat protes warga, namun semua dapat di selesaikan dengan aman dan damai.)

Sampai saat ini, surat Norifikasi perjalanan ini semakin di perketat dan di pertegas agar tidak ada warga yang seenaknya keluar masuk desa. Karena terbukti sampai hari ini masih ada warga yang tidak menggunakan Masker dan tidak memiliki surat notifikasi perjalanan atau surat keterangan dari Puskes/RS, padahal selain pemeriksaan kesehatan oleh tim medis di pos penjagaan, kelengkapan tersebut harus di miliki sebagai syarat utama untuk memasuki perbatasan Minsel

Dan sebenarnya surat notifikasi perjalanan ini sangat mudah di dapat yaitu dapat di peroleh di desa masing² lewat Hukum Tua, SekDes, atau perangkat desa yang ada. Dan kemudian akan di data dan di isi formatnya lewat pemeriksaan tim medis di pos pejagaan yang tersedia di tempat anda. Surat Notifikasi ini juga dapat di pakai beberapa kali ketika melakukan perjalanan, dengan catatan selalu ada paraf tim medis di setiap kali melakukan perlanan sebagai bukti bahwa anda sudah melakukan pemeriksaan Kesehatan.

Semoga postingan ini bermanfaat, dan
Mohon maaf jika terdapat kesalahan dalam postingan ini.. apabila ada kritik dan saran silakan isi di kolom komentar. Trimakasih.

Sabtu, 04 April 2020

Camat Tatapaan, Pantau langsung Kegiatan SATGAS Covid19 Di Perbatasan MINSEL.

Rap-Rap, dengan adanya pengamanan yang di lakukan Aparat desa bersama BPD yang ada  di desa Rap-Rap dalam rangka mengantisipasi Virus Covid19  masuk ke desa rap-rap yang juga merupakan akses masuk bagian utara ke Kabupaten Minahasa Selatan, karena desa rap-rap terletak di perbatasan antara dua kabupaten  yaitu kabupaten Minahasa Selatan dan Kabupaten Minahasa. Terkait hal itu pada hari sabtu 04 April 2020 sekitar pukul 15.30 Wita
Ibu camat Tatapaan Meylisa Aring SSTP datang langsung ke tempat pelaksanaan pengamanan dan pengawasan covid19 di desa rap-rap. Dalam kunjungannya itu Ibu Camat Tatapaan mengapresiasi atas apa yang sudah di lakukan pemerintah desa bersama BPD yang ada di desa rap-rap dalam penanggulangan penularan covid19. Selain itu ibu camat juga menyampaikan beberapa hal yang harus di perhatikan dalam pengawasan ini di antaranya : "Harus memyediakan tempat mencuci tangan, Menyediakan Masker, membentuk poskoh pengawasan bersama dengan baliho, tidak mengiznkan orang luar masuk Minsel atau desa raprap tanpa menyertakan Surat Keterangan Berbadan Sehat dari dokter, setiap orang yang masuk atau keluar desa rap-rap harus menggunkan Masker, Jika tidak menggunakan masker jangan di biarkan keluar atau masuk desa rap-rap, ini sangat perlu di lakukan karena desa Rap-Rap merupakan Pintu gerbang utara kabupaten minahasa selatan dan kecamatan tatapaan" ungkap ibu camat Tatapaan langsung ke Perangkat desa, BABINSA dan BPD yang berjaga di saat itu.

Menyikapi apa yang sudah di sampaikan ibu camat tatapaan, Sekdes Desa Rap-Rap Bpk.Yusak Kasenda berjanji akan langsung menyampaikan ke bpk pejabat Hukum Tua, dan segera melengkapi dan mempertegas lagi untuk kegiatan pengawasan dan pengamanan mulai pada hari besok. Setelah menyampaikan hal itu, ibu camat Tatapan melanjutkan dengan foto bersama dan kemudian melanjutkan perjalanan menuju ke desa selanjutnya untuk melihat kesiapan desa-desa yang ada di Tatapaan dalam melawan Virus Covid19 yang sementara mewabah di saat ini.


 (Foto : Camat Tatapaan saat bersama Pengawas Covid 19 desa Rap-Rap :Aparat Desa, BABINSA, dan BPD)