Jumat, 24 April 2020

Legenda Duyung Rap-Rap/Arakan

Kali ini admin mau membagi kisah tentang legenda atau cerita rakyat yang pernah admin baca dan juga dengar dari oma opa di rap-rap. Sebelumnya admin mau jelaskan kalau dulunya oranga lebih kenal desa Arakan di banding dengan desa Raprap karena Meski desa RapRap sudah ada sejak dulu namun karena RapRap dan Arakan masi satu kampung atau satu desa maka penulisan atau namanya yaitu Rap-Rap(Arakan), sehingga setiap orang yang keluar dari kampung pasti akan menyebut asalnya dari Arakan atau saya dari Arakan, jadi raprap itu jarang sekali di sebutkan. Tapi setelah terpisah menjadi dua desa, maka Rap-Rap dan Arakan pun menjadi terpisah atau menjadi desa Rap-Rap dan desa Arakan. Intinya dulu RapRap dan Arakan itu Satu desa.

Nah, cerita tentang legenda duyung arakan seperti ini.


(Contoh : Duyung arakan/raprap)

Di sebuah desa yang bernama desa Arakan, ada satu keluarga nelayan yang hidup bahagia. Keluarga ini mempunyai dua orang anak, laki² dan perempuan. Mereka hidup dengan penuh kedamaian dan beraktivitas seperti biasanya. Setiap hari Bpk pergi ke laut mencari ikan, Ibu sperti biasa memasak dan menyiapkan kebutuhan keluarga lainnya dan kedua anak mereka pergi ke sekolah.

Suatu hari setelah pulang sekolah Ani, anak termuda dari keluarga nelayan itu berkata kpd ibunya "ma, kita belum bayar yuran skola, klu kita nda bayar kita nda mo dapa iko ulangan sekolah, nda mo nae kelas kita ma" ibunya menjawab " tenang jo beso pasti ma² bayar, tunggu pa pa² pulang dari lao nanti ma² mo bilang" "iyo dank ma" balas ani.

Tapi apa yang terjadi, setelah papanya ani pulang dari melaut, dia tidak mendapat apa-apa karena pada waktu itu cuaca buruk. Melihat itu ibu Nona mamanya ani tidak menerima, ia marah sama bapaknya ani dan berkata-kata kasar karena tidak mendapatkan ikan. Mereka bertengkar karena pada hari itu juga, ibu nona harus membayar hutang di warung. Mereka bertengkar hebat sampai ani merasa sedih dan merasah bersalah, ia berfikir bahwa mungkin karena dia, ibu bapaknya bertengkar.

Dengan rasa bersalah yang ada, ani pun pergi ke tepi pantai arakan dan duduk disana. Sembari ia duduk di sebuah akar pohon sementara kakinya berada di air laut, ia menatap ikan² kecil yg sementara bermain-main di dekatnya. Dia pun berpikir "coba kalu aku jadi ikan, mungkin aku akan bahagia, bisa berenang kesana kemari tanpa memikirkan ada masalah atau ada yang melarang, terutama tak melihat orang tuaku bertengkar"

Tapi apa yang terjadi, sementara dia membayangkan ingin menjadi ikan, tiba-tiba dia berjalan menuju air laut. Dia terus berjalan sampai air lautnya kini sudah mencapai dadanya. Sementara ia terus berjalan ke lau, Andi kakaknya datang ke pantai untuk mencari ani, namun ketika ia melihat ani yang akan tenggelam ia segera berlari mengejar ani dan memeluknya.

Namun keajaiban terjadi, ketika andi memeluk ani, tiba-tiba kaki mereka berdua berubah menjadi ekor ikan, di lanjutkan dengan tubuh mereka tumbuh seperti sisik dan sirip ikan dan kemudian menjadi ikan duyung. Mereka pun kaget dan tak tau harus berbuat apa, mereka hanya bisa menangis dan berenang di seputaran pantai Arakan untuk meminta pertolongan.

Hari pun telah beranjak malam, andi dan ani pun tak kunjung pulang ke rumah. Menyadari bahwa kakak beradik ini tak lagi pulang ke rumah, orang tua mereka pun berusaha mencari sampai mereka tiba di pantai arakan. Sementara brkeliling di tepi pantai, terdengarlah suara seperti orang yang sedang menangis. Mendengar hal itu mereka pun berusaha mencari dari mana sumber suara orang menangis itu.

Setelah beberapa waktu mereka mencari sumber suara orang menangis itu, mereka terkejut karena sumber suara itu berasal dari laut. Mereka mendekati sumber suara itu dengan rasa penasaran dan akhirnya mereka menemukan dua kakak beradik yang sementara menangis, dan lebih terkejutnya lagi ternyata yang menangis itu adalah Andi dan Ani

Orang tua mereka kaget dan bingung, kenapa mereka bedua berada di air lau selama ini, orang tua mereka memanggil mereka untuk pulang, tapi ani berkata : maaf, kita so nda mo dapa pulang ka rumah  kita denk kaka so jadi ikang ma, makanya torang dua nda mo dapa pulang, tapi ma biar torang so jadi ikang duyung, jangan lupa nech pa torang dua, denk maaf klu slama ini torang dua banyak bking salah torang dua sayang skali pa mama denk papa. Kalu mama denk papa kangen atau rindu pa torang dua kaka, datang jo ka pante torang dua kaka tetap setia mo tunggu pa mama denk papa di sini.

Mendengar hal itu, orang tua mereka menangis dengan tersedu-sedu seakan tak bisa menerima kenyataan yang ada. Tapi dengan brjlannya waktu, orang tua ani dan andi bisa menerima semuanya. Setiap haripun mereka harus ke pantai arakan sembari melepas rindu bersama anak anak mereka.

Dan samapai saat ini, apabila ada dua ekor duyung yang mendekati pantai arakan atau bermain-main di seputaran pantai arakan/raprap mereka di percaya adalah dua orang kakak beradik yang telah berubah menjadi duyung.


Sekian cerita ini, semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan kita tentang desa yang dulunya RapRap Arakan namun sekarang sudah menjadi desa RapRap dan desa Arakan. Jika ada kritik dan saran silakan isi di kolom komentar.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar