Rap-Rap Minsel.
Hai sobat, kali ini saya akan membagikan beberapa cerita lucu yang terjadi saat saya(admin) melakukan tugas menjaga perbatasan Minsel, tepatnya di perbatasan desa raprap- pinasungkulan. Okey langsung saja pada cerita pertama.
1. Pembohong terciduk
Kejadian ini berawal saat ada mobil pick up yang berasal dari desa wawontulap yang hendak mengangkut batok kelapa atau tampurung di desa kumu. Dan di mobil itu terdapat beberapa orang ibu-ibu dan beberapa orang pria, kami pun menanyakan tentang surat notifikasi perjlanan yang ternyata belum ada di tangan mereka dengan alasan mereka belum tau kalau ada surat seperti itu. Dan pada akhirnya karena surat itu baru di berlakukan maka mereka di izinkan lewat dengan catatan hanya mengangkat tampurung langsung balik dan tidak kemana-mana lagi. Mereka pun mengiyakan... waktu pun berlalu, saat mereka kembali, dan melewati pos penjagaan tanpa di hentikan karena memang mereka sedang mengangkut tampurung, namun setelah di perhatikan ternyata yang ada di mobil hanya pria saja, kemana yang ibu-ibu..? Apa mereka tidak ikut..? Ketika malam tiba, munculah angkot dari Malalayang hendak mengantar ibu-ibu ke desa Arakan, saat di periksa, petugas kesehatan mengenali ibu-ibu tersebut ternyata yang ada di mobil pengangkut tampurung tadi siang. "Haaaa ibu tadi kank tu di oto tampurung..? Kata petugas kesehatan, Ibu² itu pun terdiam, dan hanya bisa bilang minta maaf karena telah berdusta "qt kw mmg ada angka tampurung, mar da terus ka manado" kata ibu itu. Sangking malunya tu ibu, beking sayang kasiang da lia, di izinkan lewat namun di berikan peringatan dan catatan ke hukum tua desa Arakan.
2. Pengantar Helobrik
Saat truk hendak melewati pos penjagaan, dengan bangga dan penuh senyuman pak sopir yang kemungkinan adalah bos datang menunjukan surat Keterangan Kesehatan, tapi yang jadi masalah hanya sopir atau bos yang ada surat keterangan kesehatan sementara yang 3 orang keneknya tidaka punya, sehingga petugas hanya mengizinkan pak sopir saja yang boleh lewat sementara keneknya harus tinggal.
Mendengar hal itu pak sopir langsung kaget dan berubah ekspresinya " astaga konk cuma kita sandiri mo se turung helobrik 500 biji ini dank..? Tolong kwa ech, hukum tua pa torang bilang satu jo tu surat so boleh, nintau katu musti samua. Melihat hal itu, kami mengizikan dengan beberapa catatan.
3. Bapak laki-laki atau perempuan..?
Kejadiannya saat seorang bapak yang akan memeriksa kesehatan di pos penjagaan, tim medis yang sementara bertugas mulai mendata diri bapak tersebut dengan menanyakan nama, alamat, dan secara santai petugas itu berkata.. bapak....!! Bapak laki-laki atau perempuan..?? Spontan saja tim medis yang bertugas saat itu dua orang langsung saling bertatap muka dan tertawa sambil meminta maaf kepada bapak. Tapi bapak ini hanya terdiam, dan berkata "nda apa-apa, biasa itu khilaf, hehehe"
4. Seperti Pejabat
Seorang bapak asal desa raprap, yang rumahnya tepat berada di perbatsan samping pos penjagaan covid19 Raprap-pinasungkulan, yang sering di sapa "ara sem" berkata kepada kami petugas..
Ara sem : " kita ini so sama pejabat kusus, kalu kita mo tidor, so ada tentara, ada polisi, ada tim medis, ada bpd, ada perangkat desa, ada karang taruna, so lengkap memang spa ley mo ganggu pa kita ini." Tapi kalau di pikir² benar juga yaa, karena yang bertugas saat itu harus standby selama 1×24 jam. Aman berarti Araaa... hehehe
Okey itu saja cerita lucu yang saya dapatkan saat bertugas di pos penjagaan, kalau menurut admin sih lucu, gak tau buat kalian lucu atau tidak. Dan mari kita lawan covid19 Tetap jaga jarak, patuhi himbauan pemerintah, di rumah aja dan apabila ada kritik dan saran silakan isi di kolm komentar.
Hai sobat, kali ini saya akan membagikan beberapa cerita lucu yang terjadi saat saya(admin) melakukan tugas menjaga perbatasan Minsel, tepatnya di perbatasan desa raprap- pinasungkulan. Okey langsung saja pada cerita pertama.
1. Pembohong terciduk
Kejadian ini berawal saat ada mobil pick up yang berasal dari desa wawontulap yang hendak mengangkut batok kelapa atau tampurung di desa kumu. Dan di mobil itu terdapat beberapa orang ibu-ibu dan beberapa orang pria, kami pun menanyakan tentang surat notifikasi perjlanan yang ternyata belum ada di tangan mereka dengan alasan mereka belum tau kalau ada surat seperti itu. Dan pada akhirnya karena surat itu baru di berlakukan maka mereka di izinkan lewat dengan catatan hanya mengangkat tampurung langsung balik dan tidak kemana-mana lagi. Mereka pun mengiyakan... waktu pun berlalu, saat mereka kembali, dan melewati pos penjagaan tanpa di hentikan karena memang mereka sedang mengangkut tampurung, namun setelah di perhatikan ternyata yang ada di mobil hanya pria saja, kemana yang ibu-ibu..? Apa mereka tidak ikut..? Ketika malam tiba, munculah angkot dari Malalayang hendak mengantar ibu-ibu ke desa Arakan, saat di periksa, petugas kesehatan mengenali ibu-ibu tersebut ternyata yang ada di mobil pengangkut tampurung tadi siang. "Haaaa ibu tadi kank tu di oto tampurung..? Kata petugas kesehatan, Ibu² itu pun terdiam, dan hanya bisa bilang minta maaf karena telah berdusta "qt kw mmg ada angka tampurung, mar da terus ka manado" kata ibu itu. Sangking malunya tu ibu, beking sayang kasiang da lia, di izinkan lewat namun di berikan peringatan dan catatan ke hukum tua desa Arakan.
2. Pengantar Helobrik
Saat truk hendak melewati pos penjagaan, dengan bangga dan penuh senyuman pak sopir yang kemungkinan adalah bos datang menunjukan surat Keterangan Kesehatan, tapi yang jadi masalah hanya sopir atau bos yang ada surat keterangan kesehatan sementara yang 3 orang keneknya tidaka punya, sehingga petugas hanya mengizinkan pak sopir saja yang boleh lewat sementara keneknya harus tinggal.
Mendengar hal itu pak sopir langsung kaget dan berubah ekspresinya " astaga konk cuma kita sandiri mo se turung helobrik 500 biji ini dank..? Tolong kwa ech, hukum tua pa torang bilang satu jo tu surat so boleh, nintau katu musti samua. Melihat hal itu, kami mengizikan dengan beberapa catatan.
3. Bapak laki-laki atau perempuan..?
Kejadiannya saat seorang bapak yang akan memeriksa kesehatan di pos penjagaan, tim medis yang sementara bertugas mulai mendata diri bapak tersebut dengan menanyakan nama, alamat, dan secara santai petugas itu berkata.. bapak....!! Bapak laki-laki atau perempuan..?? Spontan saja tim medis yang bertugas saat itu dua orang langsung saling bertatap muka dan tertawa sambil meminta maaf kepada bapak. Tapi bapak ini hanya terdiam, dan berkata "nda apa-apa, biasa itu khilaf, hehehe"
4. Seperti Pejabat
Seorang bapak asal desa raprap, yang rumahnya tepat berada di perbatsan samping pos penjagaan covid19 Raprap-pinasungkulan, yang sering di sapa "ara sem" berkata kepada kami petugas..
Ara sem : " kita ini so sama pejabat kusus, kalu kita mo tidor, so ada tentara, ada polisi, ada tim medis, ada bpd, ada perangkat desa, ada karang taruna, so lengkap memang spa ley mo ganggu pa kita ini." Tapi kalau di pikir² benar juga yaa, karena yang bertugas saat itu harus standby selama 1×24 jam. Aman berarti Araaa... hehehe
Okey itu saja cerita lucu yang saya dapatkan saat bertugas di pos penjagaan, kalau menurut admin sih lucu, gak tau buat kalian lucu atau tidak. Dan mari kita lawan covid19 Tetap jaga jarak, patuhi himbauan pemerintah, di rumah aja dan apabila ada kritik dan saran silakan isi di kolm komentar.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar